Home
Beranda
Beranda
Tentang
Event
Artikel
Kepengurusan
Anggota

HMJ Farmasi

Wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa farmasi yang aktif, kreatif, edukatif, dan berakhlak mulia..

Menu

  • Beranda
  • Tentang
  • Artikel
  • Event
  • Kepengurusan

Hubungi Kami

  • Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gedung AB FKIK, lt.2, Romangpolong-Gowa
  • +6282351583049
  • hmjfarmasiuinam@gmail.com

© 2026 HMJ Farmasi.

Farmasi UIN Alauddin Makassar

Kembali ke Artikel
Opini

Nasionalisme Gen Z: Mengibarkan Bendera di Insta Story

Nasionalisme Gen Z: Mengibarkan Bendera di Insta Story

17 Agustus 2026
Nasionalisme  Gen Z: Mengibarkan Bendera di Insta Story

Penulis: Arkoun Nurqadar

Nasionalisme adalah paham atau kesadaran untuk mencintai bangsa dan tanah air sendiri secara mendalam. Nasionalisme kini beragam macam dan bentuknya, euphoria 17 Agustus merupakan waktu paling sering kita melihat rasa nasionalisme yang timbul dari serangkaian masyarakat.

Dimulai dari menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI dengan berbagai acara hingga yang paling rutin dilakukan ialah pemasangan bendera di rumah-rumah selama bulan Agustus, tak lupa pula dengan menyaksikan pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Namun, seiring bergesernya zaman dan generasi demi generasi yang mengisi kemerdekaan ini memiliki begitu banyak inovasi yang entahsemakin menambah jiwa nasionalisme atau hanya sekedar ingin "dikatakan" nasionalis.

Ya,

tanggal 17 Agusutus dimasa ini penuh dengan kontroversi karena "Bendera Kini Tak Berkibar di halaman , Bendera Kini Berkibar di InstaStory".

Berbeda dari generasi sebelumnya yang mengekspresikan nasionalisme lewat simbol fisik (memasang bendera di depan rumah atau mengikuti upacara fisik), Gen Z menggunakan platform digital sebagai "alun-alun" tempat mereka membagikan identitas budaya dan rasa bangga berbangsa.

Kemerdekaan saat ini mayoritas di isi oleh Gen Z, sehingga timbul pertanyaan apakah Gen Z masih memiliki rasa nasionalisme akan kemerdekaan atau tidak. Mengibarkan bendera di insta story memang merupakan bentuk partisipasi kolektif yang instan, namun apakah mereka mengunggah hal tersebut karena rasa nasionalisme nya? ataukahhanya berlandaskan aspek "fomo" agar tidak ketinggalan dengan algoritma trend yang sedang berjalan sehingga hanya terfokus dan terjebak dalam estetika visual saja.

Mengunggah sana sini seakan paham akan isu dan tentang nasionalisme kemerdekaan namun hanya ingin mendapatkan pujian dan pengakuan. Karena sebagaimana zaman bergeser dan generasi lahir, mau bagaimanapun caranya kita memaknai nasionalisme kemerdekaan perlu dibarengi aksi nyata.

"TEKNOLOGI diciptakan untuk mempermudah, bukan untuk MENGIKIS rasa NASIONALISMEmu"

MERDEKAA!!!

Tags:

KEMAFARFARMASIUINAMMERDEKA

Artikel Terkait

SURAT TAN MALAKA UNTUK KEMAFAR

Opini

SURAT TAN MALAKA UNTUK KEMAFAR

Surat dari Masa Lalu untuk Mereka yang Menentukan Masa Depan

Histerektomi kemerdekaan; Ketika kemerdekaan kehilangan Rahim perjuangannya

Opini

Histerektomi kemerdekaan; Ketika kemerdekaan kehilangan Rahim perjuangannya

“Kemerdekaan seharusnya menjadi ruang bagi sebuah bangsa untuk menetukan nasibnya sendiri, ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, air mata bahkan nyawa yang dipertaruhkan oleh mereka yang percaya bahwa bangsa ini berhak berdiri diatas kakinya sendiri”.

Alprazolam di Antara Perayaan dan Realitas

Opini

Alprazolam di Antara Perayaan dan Realitas

Setiap bulan Agustus, Indonesia menjalani ritual check-up tahunan ala pasien BPJS rutin antre setahun sekali hanya untuk memperpanjang klaim statusnya yang masih "merdeka."