MEREKA MER(D)EKA: Cermin Negara

Penulis: Salman Alfarizy
Apa arti Merdeka? Siapa yang Merdeka? Merdeka dari apa?
Merdeka?
81 tahun kita merayakan, tapi tahukah kita apa itu “Merdeka”? Masih samakah arti dari “Merdeka” itu hingga sekarang?...
Banyak dari rakyat masih turun ke jalan untuk menyuarakan ke-Merdekaan, menuntut hak- hak yang harusnya mereka dapatkan, tapi apakah mereka masih paham tentang arti dari Merdeka itu sendiri? Apa yang sebenarnya mereka cari? Hak-hak mana yang mereka ingin dapatkan?
Apakah yang mereka suarakan adalah suara keresahan rakyat? Ataukah hanya suara dari ego mereka masing-masing untuk mendapat kesenangan?
Yaa kerap kali saya melihat hal seper& itu di jalan, hal yang lagi dan lagi membuat saya merenung dan berfikir . Wajar Rakyat marah, wajar Rakyat menuntut negara, tapi apa yang sudah kalian berikan kepada negara? Apakah pernah kita memikirkan perasaan negara ini? Ataukah kita hanya memikirkan perasaan kita saja selama ini?
“loh saya bayar pajak kok”
“kemanasih uang yang sudah kita bayar?”
Menurut saya, semua yang ada di dunia ini memiliki harga dan bayaran, bahkan udara yang kita hirup-pun harus kita bayar dengan ketaatan kepada sang Pencipta, Bagaimana dengan aspal yang kita lewa&, lampu jalan yang menerangi, pepohonan rindang yang meneduhkan. Opini yang bebas kita tuliskan hari ini.
Berat untuk saya katakan tetapi menurut saya, Rakyat kita belum siap, belum siap untuk Merdeka, belum siap untuk mengemban gelar bangsa yang Merdeka. Bahkan belum siap untuk memimpin dan dipimpin.
“ah as*, pemerintah anj*ng”
“bikin gini aja ngga bisa”
“dasar tukang korupsi” Tidak terbantahkan jika dikatakan system dan orang pemerintahan kita masih banyak kekurangan, bahkan ada diantara mereka yang masih mencuri uang rakyat.
Tapi apakah sebagian lain dari mereka tidak berusaha melakukan yang terbaik untuk negara? Mereka pun mati-matian untuk negara!!! Apakah kalian tidak pernah melakukan kesalahan?!!! Apakah kalian pernah memberikan saran dengan cara yang seharusnya dan Semestinya kepada mereka?!! Apakah pernah kalian melihat dari sudut pandang negara?!!!
“sttt bukannya motor kamu udah nunggak pajak dari 5 tahun yang lalu ya?”
“plat motor tidak kamu pasang?”
“lawan arah aja, udah deket kok”
Yaa bahkan rakyat-pun masih melakukan kesalahan, masih memberi makan ego sendiri, hanya memikirkan keuntungan pribadi.
“udah pak damai aja ya, nih 100k”
Rakyat mencaci perilaku mereka yang korupsi, tapi dengan sadar rakyat juga masih melakukan hal yang tidak semestinya.
Ironinya, kesalahan itu kita gunakan untuk membayar kesalahan kita sebelumnya. Apakah memang kita sudah Merdeka? Apakah kita sudah mencerminkan bangsa yang Merdeka? Ataukah hanya Sebagian dari Mereka yang merasakan yang namanya Merdeka? Ataukah mereka yang kita lihat ini Adalah cerminan dari kita sendiri? Entahlah
Apa sebenarnya arti dari Merdeka?
Dirgayahu Indonesiaku
Selamatlah rakyatnya,
Selamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya.

Opini
“Kemerdekaan seharusnya menjadi ruang bagi sebuah bangsa untuk menetukan nasibnya sendiri, ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, air mata bahkan nyawa yang dipertaruhkan oleh mereka yang percaya bahwa bangsa ini berhak berdiri diatas kakinya sendiri”.

Opini
Setiap bulan Agustus, Indonesia menjalani ritual check-up tahunan ala pasien BPJS rutin antre setahun sekali hanya untuk memperpanjang klaim statusnya yang masih "merdeka."

Opini
Apakah merdeka hanya berarti terbebas dari penjajahan bangsa lain? Jika iya, mungkin kita memang sudah merdeka. Tetapi jika kemerdekaan berarti setiap manusia memiliki hak untuk hidup layak, dihargai, didengar, dan diperlakukan secara adil, sesuai bunyi sila kedua pancasila “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, maka pekerjaan rumah kita sebagai bangsa masih sangat panjang.