Home
Beranda
Beranda
Tentang
Event
Artikel
Kepengurusan
Anggota

HMJ Farmasi

Wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa farmasi yang aktif, kreatif, edukatif, dan berakhlak mulia..

Menu

  • Beranda
  • Tentang
  • Artikel
  • Event
  • Kepengurusan

Hubungi Kami

  • Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gedung AB FKIK, lt.2, Romangpolong-Gowa
  • +6282351583049
  • hmjfarmasiuinam@gmail.com

© 2026 HMJ Farmasi.

Farmasi UIN Alauddin Makassar

Kembali ke Artikel
Opini

Indonesia Merdeka, Sudahkah Kita Merdeka dalam Berpikir?

Indonesia Merdeka, Sudahkah Kita Merdeka dalam Berpikir?

17 Agustus 2026
Indonesia Merdeka, Sudahkah Kita Merdeka dalam Berpikir?

Penulis: Muhammad Alif Alfurqon

Kemerdekaan Indonesia bukan hanya tentang terbebasnya bangsa dari penjajahan, Kemerdekaan juga seharusnya menjadi kesempatan bagi setiap manusia Indonesia untuk memiliki kebebasan dalam berpikir, menyampaikan pendapat, mempertanyakan sesuatu, dan menentukan apa yang diyakininya benar. Sebab,sebuah bangsa tidak akan benar-benar merdeka apabila rakyatnya hanya bebas secara fisik, tetapi masih takut untuk menggunakan pikirannya sendiri.

Hari ini, kita hidup di negara yang telah merdeka selama puluhan tahun. Kita tidak lagi hidup di bawah kekuasaan penjajah seperti para pendahulu kita. Namun, tanpa kita sadari, masih ada bentuk penjajahan lain yang mungkin jauh lebih halus: penjajahan terhadap pikiran. Kita terkadang terlalu mudah menerima pendapat orang lain hanya karena pendapat tersebut datang dari orang yang dianggap lebih berpengaruh, lebih terkenal, atau lebih banyak pengikutnya.

Media sosial bahkan membuat keadaan ini semakin nyata. Kita sering melihat orang mengikuti suatu pendapat hanya karena pendapat tersebut sedang ramai dibicarakan. Sesuatu yang viral dianggap benar, sementara sesuatu yang berbeda sering kali dianggap salah. Akibatnya, kita lebih sibuk mencari siapa yang harus kita ikuti daripada belajar bagaimana cara berpikir dan menentukan sikap kita sendiri dengan bijak.

Menurut saya, merdeka dalam berpikir bukan berarti bebas mengatakan apa pun tanpa mempertimbangkan dampaknya. Merdeka dalam berpikir berarti memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk membedakan fakta dan opini, serta kemauan untuk menerima pendapat orang lain. Orang yang merdeka dalam berpikir tidak takut berbeda hanya karena dirinya berada dalam kelompok minoritas. Ia juga tidak merasa paling benar hanya karena banyak orang yang mendukungnya.

Para pahlawan dahulu berjuang dengan tenaga, darah, dan nyawa untuk merebut kemerdekaan. Maka, tugas kita sekarang mungkin bukan lagi mengangkat senjata untuk melawan penjajah, tetapi menjaga kemerdekaan tersebut dengan mencerdaskan pikiran. Kita perlu melawan kebodohan dan kebiasaan menerima sesuatu tanpa berpikir kritis.

Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya bangga mengatakan “Saya orang Indonesia”, tetapi juga mampu bertanya, “Apa yang bisa saya pikirkan dan lakukan untuk Indonesia?” Sebab kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sumber daya yang kita miliki, tetapi juga oleh seberapa bebas dan kritis masyarakatnya dalam berpikir.

Pada akhirnya, Indonesia yang merdeka bukan hanya Indonesia yang memiliki bendera merah putih, lagu kebangsaan, dan pemerintahan sendiri. Indonesia yang benar-benar merdeka adalah Indonesia yang rakyatnya tidak takut berpikir, tidak takut bertanya, tidak takut berbeda, dan tidak mudah dikendalikan oleh pikiran orang lain.

Kemerdekaan sejatinya bukan hanya ketika bangsa kita bebas dari penjajahan, tetapi ketika setiap manusia di dalamnya mampu berdiri dengan pikirannya sendiri.

Tags:

KEMAFARFARMASIUINAMMERDEKA

Artikel Terkait

Kita Adalah Mereka,

Opini

Kita Adalah Mereka,

Jangan hanya bertanya apa yang sudah Indonesia berikan kepada kita. Tanyakan juga apa yang sudah kita berikan kepada Indonesia?

Merdeka untuk Bertanya

Opini

Merdeka untuk Bertanya

“Saya Memiliki Pendapat yang Berbeda”

Pondasi yang Sering Kita Lupakan

Opini

Pondasi yang Sering Kita Lupakan

Karena gedung yang tinggi membutuhkan pondasi yang kuat, Begitu pula Indonesia.