Bebas Berpendapat atau Bebas Berbuat?

Penulis: Muhammad Zaki Falih
Kebebasan Berpendapat yang Terbayangi Ketakutan: Ngomong kritik di medsos sekarang sering bikin waswas.
Ada pasal-pasal karet dan ancaman dilaporkan yang selalu mengintai entah itu buat aktivis, jurnalis, mahasiswa, sampai kita rakyat biasa. Kalau sekadar nuangin keresahan aja bisa berujung intimidasi atau urusan hukum, ya kebebasan berpendapat yang tertulis di undang-undang itu cuma jadi pajangan doang. Harusnya pemerintah berani menghapus pasal-pasal karet di aturan digital dan benar-benar melindungi orang yang mau bersuara. Kritik dari warga itu bahan evaluasi buat negara, bukan ancaman yang harus ditakuti.
Kritik: Pemerintah dan aparat masih terlalu gampang main lapor dan main tangkap cuma karena beda pendapat. Kalo tiap ada warga yang protes malah diintimidasi, ya jangan heran kalau kebebasan berpendapat cuma manis di kertas, tapi pahit di lapangan.
Semoga negeri ini makin adil bagi seluruh rakyatnya, bukan hanya aman bagi mereka yang berkuasa.
MERDEKA ATAU BEBAS UNTUK MEREKA?

Opini
“Kemerdekaan seharusnya menjadi ruang bagi sebuah bangsa untuk menetukan nasibnya sendiri, ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, air mata bahkan nyawa yang dipertaruhkan oleh mereka yang percaya bahwa bangsa ini berhak berdiri diatas kakinya sendiri”.

Opini
Setiap bulan Agustus, Indonesia menjalani ritual check-up tahunan ala pasien BPJS rutin antre setahun sekali hanya untuk memperpanjang klaim statusnya yang masih "merdeka."

Opini
Apa sebenarnya arti dari Merdeka?