Home
Beranda
Beranda
Tentang
Event
Artikel
Kepengurusan
Anggota

HMJ Farmasi

Wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa farmasi yang aktif, kreatif, edukatif, dan berakhlak mulia..

Menu

  • Beranda
  • Tentang
  • Artikel
  • Event
  • Kepengurusan

Hubungi Kami

  • Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gedung AB FKIK, lt.2, Romangpolong-Gowa
  • +6282351583049
  • hmjfarmasiuinam@gmail.com

© 2026 HMJ Farmasi.

Farmasi UIN Alauddin Makassar

Kembali ke Artikel
Pos

S-OBAT, Teknologi Pembuatan Resep Termutakhir

HMJ Farmasi UINAM

hmjfarmasiuinam@gmail.com

1 Januari 2015
S-OBAT, Teknologi Pembuatan Resep Termutakhir

Pernahkah Anda mendengar mitos yang berkembang di masyarakat bahwa tulisan tangan dokter yang jelek merupakan suatu kode tertentu? Pada kenyataannya, mitos tersebut salah. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh masyarakat pada umumnya. Faktanya, para apoteker sendiri terkadang juga mengalami kesulitan dalam membaca resep dokter. Fenomena ini dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai kesalahan medis (medical error) pada praktik klinis. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah satu-satunya penyebab dalam kesalahan peresepan (prescription errors).
Sebagai solusi dari masalah tersebut, lima orang mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dari Fakultas Kedokteran, Elektronika dan Instrumen (ELINS), and Teknologi Informasi, yakni Ade Saputri, Gita Mumtarin, Marsa Harisa, Fathin Naufal, dan Jonathan menciptakan suatu alat yang bernama S-OBAT, or SAHABAT-OBAT.
“Inovasi ini dirancang untuk mengurangi jumlah kesalahan pengobatan yang terjadi selama fase peresepan,” papar Ade di kampus UGM, Kamis (16/6).
Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh  International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, terungkap bahwa  di Yogyakarta terdapat 92,12% resep obat dengan tulisan tangan yang tak terbaca, 74,6% memiliki data pasien yang tidak lengkap, dan 60,3% memiliki anamnesis yang tidak lengkap. Sementara itu, berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Archives of Internal Medicine ditemukan bahwa 19% dari semua resep dokter memiliki kesalahan dalam penentuan dosis (improper dosages).
“S-OBAT merupakan alat penulisan resep obat yang dibuat pertama kali di Indonesia,” tutur Ade.
Alat ini ditujukan untuk dokter layanan primer, terutama yang berada di daerah pelosok. Oleh karena itu, S-OBAT menggunakan database Formularium Nasional yang cocok untuk sistem BPJS.
S-OBAT terdiri dari dua komponen utama, yaitu aplikasi berbasis android dengan interface yang mudah digunakan dan printer. Aplikasi ini juga memungkinkan dokter memasukkan resep dan mengkses semua informasi yang diperlukan tentang dosis, kontraindikasi, dan lain sebagainya. Fiturnya ditulis dalam bahasa Indonesia dan dijalankan secara mudah hanya dengan ujung jari Anda.
“Berbasis Arduino, printer akan mencetak data dari aplikasi melalui koneksi Bluetooth,” kata Fathin, mahasiswa jurusan Teknologi Informasi UGM itu.
Menurut Fathin hasil cetakan aplikasi ini  dalam format standar dan dilengkapi font yang jelas sehingga dapat dengan mudah dibaca oleh apoteker. Perangkat ini juga memiliki kemampuan untuk terhubung ke beberapa perangkat sekaligus. (Humas UGM/Astri)

Tags:

KEMAFARFarmasiUIN Alauddin

Artikel Terkait

Merdeka untuk Berbeda, atau Hanya Merdeka untuk Mengikuti?

Pos

Merdeka untuk Berbeda, atau Hanya Merdeka untuk Mengikuti?

apakah saya benar-benar sedang menggunakan kebebasan saya untuk berpendapat?

NEXTA :”next generation training and assesment”

Pos

NEXTA :”next generation training and assesment”

Next Generation Training and Assessment (NEXTA) merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi UIN Alauddin Makassar yang berfokus pada pembinaan, pelatihan, dan evaluasi kader. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif dan kolaboratif, NEXTA menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, kepemimpinan, serta kesiapan anggota dalam menjalankan peran organisasi secara profesional dan berintegritas.

Lulus dalam 3 Tahun 4 Bulan, Regita Cahyani Buktikan Mahasiswa Farmasi Mampu Berprestasi di Berbagai Bidang

Pos

Lulus dalam 3 Tahun 4 Bulan, Regita Cahyani Buktikan Mahasiswa Farmasi Mampu Berprestasi di Berbagai Bidang

Lulus hanya dalam 3 tahun 4 bulan 25 hari dengan predikat cumlaude (IPK 3,88), Regita Cahyani, S.Farm. membuktikan bahwa mahasiswa Farmasi mampu mengukir prestasi di berbagai bidang. Melalui dedikasi dalam akademik, penelitian, organisasi, kompetisi, hingga pengabdian, Regita menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia kefarmasian dan masyarakat.