IPLF XXI : Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum "Samrajya Samvada:Kepemimpinan Yang Mendengar"

Denpasar, Bali 02 Februari 2026
IPLF dan PRAMUNAS XXI ISMAFARSI 2026: Membangun Kepemimpinan yang Mendengar untuk Farmasi Indonesia
Denpasar, Bali – Himpunan Mahasiswa Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum (IPLF) dan Pra Musyawarah Nasional (PRAMUNAS) XXI ISMAFARSI Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Samrajya Samvada: Kepemimpinan yang Mendengar” ini menjadi forum pengkaderan nasional sekaligus ruang diskusi strategis bagi mahasiswa farmasi dari seluruh Indonesia.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 2–8 Februari 2026, yang terbagi menjadi dua agenda utama. IPLF diselenggarakan secara luring pada 2–5 Februari 2026 di Horizon le Aman Hotel, sedangkan PRAMUNAS XXI dilaksanakan pada 5–8 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.
IPLF merupakan forum pengkaderan tertinggi di lingkungan ISMAFARSI yang melibatkan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) dari delapan wilayah serta perwakilan mahasiswa farmasi dari 125 perguruan tinggi anggota ISMAFARSI. Melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti penyampaian materi, focus group discussion (FGD), pretest–posttest, screening test, outbound, penugasan, presentasi hasil, hingga visitasi ke lembaga yang berkaitan dengan bidang farmasi, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, berpikir kritis, komunikasi, serta keterampilan profesional.
Sementara itu, PRAMUNAS XXI menjadi forum persidangan kepengurusan yang membahas berbagai isu strategis dan materi yang akan dibawa ke Musyawarah Nasional (MUNAS) ISMAFARSI. Forum ini menjadi sarana konsolidasi antar-Lembaga Eksekutif Mahasiswa Farmasi dari seluruh Indonesia dalam menyusun arah kebijakan organisasi secara demokratis dan kolaboratif.
Pelaksanaan IPLF dan PRAMUNAS 2026 memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi serta wawasan mahasiswa farmasi melalui pembelajaran, diskusi, dan analisis kasus. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong lahirnya kader yang memiliki kemampuan problem solving, profesionalisme, daya saing, serta integritas dalam menghadapi tantangan dunia kefarmasian yang terus berkembang.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan individu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kepemimpinan organisasi ISMAFARSI, mempererat persatuan mahasiswa farmasi Indonesia, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter pemimpin masa depan.
Dengan mengangkat semangat “Kepemimpinan yang Mendengar”, IPLF dan PRAMUNAS XXI ISMAFARSI 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin farmasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki empati, integritas, serta kemampuan membangun kolaborasi demi kemajuan organisasi dan pembangunan kesehatan Indonesia di masa mendatang.

Pos
Next Generation Training and Assessment (NEXTA) merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi UIN Alauddin Makassar yang berfokus pada pembinaan, pelatihan, dan evaluasi kader. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif dan kolaboratif, NEXTA menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, kepemimpinan, serta kesiapan anggota dalam menjalankan peran organisasi secara profesional dan berintegritas.

Pos
Lulus hanya dalam 3 tahun 4 bulan 25 hari dengan predikat cumlaude (IPK 3,88), Regita Cahyani, S.Farm. membuktikan bahwa mahasiswa Farmasi mampu mengukir prestasi di berbagai bidang. Melalui dedikasi dalam akademik, penelitian, organisasi, kompetisi, hingga pengabdian, Regita menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia kefarmasian dan masyarakat.

Pos
Pharmacy Camp 2026 merupakan program kerja pengkaderan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Farmasi yang diselenggarakan pada 1–3 Mei 2026 di Penginapan Bulutana, Malino. Mengusung tema “Growing Beyond Potential: Learning, Leading, and Impacting”, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kebersamaan bagi mahasiswa farmasi dalam mencetak kader yang berintegritas, berkompeten, dan siap berkontribusi bagi organisasi maupun masyarakat.